Peek—a—boo!
Ada cewek yang ngerasa aneh setelah liat judul dari postingan kali ini? Haha, pasti banyak. Sebelum kalian menjudge gue murahan—atau apapun, (tulisan ini gue persembahkan untuk salah satu teman kerja gue, Rifai—yang bilang gue murahan karena gue pamer, udah nembak cowok duluan. Kambing kau nak!:)) lebih baik kalian baca beberapa tulisan tentang RA Kartini dengan menuliskan “Ibu Kartini dalam memperjuangkan emansipasi kaumnya” dengan atau tanpa tanda kutip di search engine deh.
Nggak bermaksud menjadi propokatif atau meninggikan diri karena sudah menjalankan emansipasi yang lumayan sering disindir dari beberapa temen cowok gue ke gue, dan yang pasti gue menulis ini hanya untuk bertukar pikiran apalagi sengaja melakukan hal ini untuk taruhan. Bukan. Bukan banget. Secara, gue tinggal di Indonesia yang notabennenya nggak Indonesia banget aja gitu kalau cewek nembak cowok duluan. Paling pentingnya lagi, I feel free to hear your comments. So, please.. jangan sungkan-sungkan untuk left your komentar yaaa:)
--
“Alah, anak cewek mah emansipasi juga maunya dibagian yang enak-enaknya aja!”
“..dibayarin, dianter-jemput, disayang-sayang, diperhatiin,—“ dan di-di lain yang sangat menyenangkan untuk perempuan tapi cukup menggaknjal di hati kaum laki-laki kali yaaa.
Mungkin dalam hati mereka bilang, “Gantian kek!” Haha.
Ada cewek yang ngerasa aneh setelah liat judul dari postingan kali ini? Haha, pasti banyak. Sebelum kalian menjudge gue murahan—atau apapun, (tulisan ini gue persembahkan untuk salah satu teman kerja gue, Rifai—yang bilang gue murahan karena gue pamer, udah nembak cowok duluan. Kambing kau nak!:)) lebih baik kalian baca beberapa tulisan tentang RA Kartini dengan menuliskan “Ibu Kartini dalam memperjuangkan emansipasi kaumnya” dengan atau tanpa tanda kutip di search engine deh.
Nggak bermaksud menjadi propokatif atau meninggikan diri karena sudah menjalankan emansipasi yang lumayan sering disindir dari beberapa temen cowok gue ke gue, dan yang pasti gue menulis ini hanya untuk bertukar pikiran apalagi sengaja melakukan hal ini untuk taruhan. Bukan. Bukan banget. Secara, gue tinggal di Indonesia yang notabennenya nggak Indonesia banget aja gitu kalau cewek nembak cowok duluan. Paling pentingnya lagi, I feel free to hear your comments. So, please.. jangan sungkan-sungkan untuk left your komentar yaaa:)
--
“Alah, anak cewek mah emansipasi juga maunya dibagian yang enak-enaknya aja!”
“..dibayarin, dianter-jemput, disayang-sayang, diperhatiin,—“ dan di-di lain yang sangat menyenangkan untuk perempuan tapi cukup menggaknjal di hati kaum laki-laki kali yaaa.
Mungkin dalam hati mereka bilang, “Gantian kek!” Haha.