Awal-awal bulan Agustus kemarin gue habiskan dengan melakukan campaign #1000lipstickuntukdifabel. Sampai rela sedikit menguras uang jajan diri sendiri untuk membayar fee 'selebgram' yang jasanya gue pakai juga ngasih secara cuma-cuma produk yg doi mau. And you guys must be know about it.. I got no positive feedback.
Dari yang awalnya, super excited mau bantu Kak Lanin dengan spam share postingan blog yang emang terkait dengan #1000lipstickuntukdifabel sampe males-malesan karena ngerasa useless banget. Semangat di awal-awal aja gitu.. Gimana ngga males? Si selebgram tersebut, setelah dibrief dan dikasih bacaan berupa postingan blog yang ini. Doi malah tiba-tiba bilang "Apa materinya? Kan km belum ngasih, nanti sekalian bikin link di stories biar bisa langsung di swipe up". Umm, rasanya tuh mau teriak di depan mukanya sambil bilang, "Makanya, baca kalau dikasih materi tuh! Mau feenya doang!" Tapi tidak jadi karena pada akhirnya gue bilang, "Silakan baca blog yang sudah kami share ya kak:)" My super ego saved my lyfe.
Ngga berhenti di situ, setelah doi posting muka doi sambil bawa produk yang diminta, cuma doi doang tuh yang dapet like dan komen banyaaaaakkkk. Olshop gue? Ngga ada follower baru ataupun like dari followers doi. Oke, hari pertama. Ah lagian baru 4 jam setelah posting, pikir gue kala itu. Masih dalam rangka menunggu feedback biar gue sama pembeli bisa semakin banyak membantu Kak Lanin menggenapkan 1000 lipsticknya, hari kedua setelah di posting kok masih sepi-sepi aja padahal gue sudah mempersiapkan jari-jari gue untuk membalas apapun itu tentang donasi #1000lipstickuntukdifabel tersebut.
Gue cek dong akunnya doi, memang benar.. gue tidak mendapatkan tanggapan sesuai ekspektasi awal saat memutuskan memilih doi sebagai partner kerja. Sebagai anak baru dalam bidang endorse mengendorse, gue merasa kecil dong. Beruntungnya, ada beberapa teman kelas, kerja dan business buddy yang ikut menyemangati gue dengan ikutan donasi memberikan lipstick. Beragam brand dan shades yang gue terima, ada yang ngasih berupa lipstick, transfer uang, atau membeli lipstick di olshop gue.
It was felt like... heaven. Damai, senang juga terharu pasti. Terimakasih teman2 kelas yang sudah membantu gue menggenapi. Gue menargetkan, bisa mendapatkan 50 lipstick.. nyatanya gue hanya menerima 20 pcs lipstick:') "It's okay.. you did well put.." kata salah satu teman. Setelah dipikr lagi, gue membenarkan hal tersebut mulai legowo, karena meski hanya bisa membantu sedikit, mereka ikhlas dan sudah mempercayakan gue menjadi wadah yang menampung donasi mereka.
Terimakasih sudah membantu dan mempercayai gue:)
Juga, ada hal lucu saat melakukan campaign ini.. Ada pacarnya teman dekat gue yang 'ngambek' karena ikutan donasi lipstick-padahal teman gue donasi dengan memberikan uang cash. Haha. Sampai-sampai menelpon gue +10 kali, meminta dijelaskan. Dengan tenang, gue menuntun mereka untuk mencari akun Kak Laninka kemudian membaca blog gue yang mengajak berpartisipasi. Last but not least, mereka baikan karena cowoknya (teman gue), memang sudah berkata jujur.
Thanks for support them (and also me), we did well guys! Keep spreading love!❤️
Dari yang awalnya, super excited mau bantu Kak Lanin dengan spam share postingan blog yang emang terkait dengan #1000lipstickuntukdifabel sampe males-malesan karena ngerasa useless banget. Semangat di awal-awal aja gitu.. Gimana ngga males? Si selebgram tersebut, setelah dibrief dan dikasih bacaan berupa postingan blog yang ini. Doi malah tiba-tiba bilang "Apa materinya? Kan km belum ngasih, nanti sekalian bikin link di stories biar bisa langsung di swipe up". Umm, rasanya tuh mau teriak di depan mukanya sambil bilang, "Makanya, baca kalau dikasih materi tuh! Mau feenya doang!" Tapi tidak jadi karena pada akhirnya gue bilang, "Silakan baca blog yang sudah kami share ya kak:)" My super ego saved my lyfe.
Ngga berhenti di situ, setelah doi posting muka doi sambil bawa produk yang diminta, cuma doi doang tuh yang dapet like dan komen banyaaaaakkkk. Olshop gue? Ngga ada follower baru ataupun like dari followers doi. Oke, hari pertama. Ah lagian baru 4 jam setelah posting, pikir gue kala itu. Masih dalam rangka menunggu feedback biar gue sama pembeli bisa semakin banyak membantu Kak Lanin menggenapkan 1000 lipsticknya, hari kedua setelah di posting kok masih sepi-sepi aja padahal gue sudah mempersiapkan jari-jari gue untuk membalas apapun itu tentang donasi #1000lipstickuntukdifabel tersebut.
Gue cek dong akunnya doi, memang benar.. gue tidak mendapatkan tanggapan sesuai ekspektasi awal saat memutuskan memilih doi sebagai partner kerja. Sebagai anak baru dalam bidang endorse mengendorse, gue merasa kecil dong. Beruntungnya, ada beberapa teman kelas, kerja dan business buddy yang ikut menyemangati gue dengan ikutan donasi memberikan lipstick. Beragam brand dan shades yang gue terima, ada yang ngasih berupa lipstick, transfer uang, atau membeli lipstick di olshop gue.
It was felt like... heaven. Damai, senang juga terharu pasti. Terimakasih teman2 kelas yang sudah membantu gue menggenapi. Gue menargetkan, bisa mendapatkan 50 lipstick.. nyatanya gue hanya menerima 20 pcs lipstick:') "It's okay.. you did well put.." kata salah satu teman. Setelah dipikr lagi, gue membenarkan hal tersebut mulai legowo, karena meski hanya bisa membantu sedikit, mereka ikhlas dan sudah mempercayakan gue menjadi wadah yang menampung donasi mereka.
Terimakasih sudah membantu dan mempercayai gue:)
Juga, ada hal lucu saat melakukan campaign ini.. Ada pacarnya teman dekat gue yang 'ngambek' karena ikutan donasi lipstick-padahal teman gue donasi dengan memberikan uang cash. Haha. Sampai-sampai menelpon gue +10 kali, meminta dijelaskan. Dengan tenang, gue menuntun mereka untuk mencari akun Kak Laninka kemudian membaca blog gue yang mengajak berpartisipasi. Last but not least, mereka baikan karena cowoknya (teman gue), memang sudah berkata jujur.
Thanks for support them (and also me), we did well guys! Keep spreading love!❤️