Hupla!
Hari Sabtu, minggu kedua. Seperti dipostingan sebelumnya, gue bilang akan menyempatkan memposting minimal 1 kali dalam sebulan tulisan yang ga penting ini.
Ah! I really love that I woke up feelin' this way~
Dimulai dari kembali masuk kelas setelah 3 pertemuan absen karena ada beberapa kerjaan di tempat gue kerja yang mengharuskan gue untuk lembur. Setelah masuk, ternyata PR gue makin banyak, -ala2 bikin miniskripsi yang sampai hari ini masih babak revisi, tugas EO, -bikin acara seminar, tiba-tiba masuk langsung presentasi, dan kuis. Hyaaaaak! Fortunately, it's almost done!
Baru di semester ini gue ngerasa semuanya berjalan sedikit berat dari sebelumnya. KRS berantakan, kepisah dari temen-temen kelas karena telat isi KRS (re: telat bayaran), mk Hari Minggu super ngeselin. Jam pertama, di jam 7 pagi. Jam kedua, di jam 2.30 sore. Jam terakhir, di jam 7.30 malam. Dan, sekarang mk Hari Minggu dipindahin jadi malam semua. Senin, Rabu, dan Jum'at, jam 7.30pm semua. Udah kayak vampir ga pernah ketemu matahari. Huv.
Karena KRS yang berantakan ini, anak-anak semester awal harus ngerasain mk-mk dari semester atas. Dan banyak temen-temen kelas yang cancel mk tersebut, gue salah satu yang terdaftar cancel mk itu, tapi ngga dicancel sama sekprodinya karena temen gue gatau NIM gue. Saat pada cancel mk tersebut, gue lagi absen karena harus lembur. Asdfghjklmnopqrstuvwxyzlah.
Kuliah sambil kerja itu capek. Harus mau dan pinter-pinter bagi waktu, tenaga, pikiran, dan uang jajan direlain buat ngeprint tugas, bayaran kuliah, ongkos pp kerja+kuliah. Yang berarti, jatah jajan gue semakiiiiiiiiiiin berkurang. Ah, tapi ngga sedih-sedih juga sih, sampai saat ini kalau uang gue sudah habis sebelum gajian datang selalu disupply sama orangtua gue.
Beberapa waktu lalu, jadi ngerasa lemah dan bilang mau keluar kuliah aja ke orangtua gue. Jelaslah, ngga diizinin. Setelah berember-ember airmata dan kalimat-kalimat menyayat hati yang mereka ucapkan, gue memutuskan untuk melanjutkan. Jujur, gue suka iri liat temen-temen gue yang cuma kerja doang. Mereka bisa ngasih uang bulanan sekaligus ngasih belanja bulanan buat orangtuanya. Sedangkan gue, cuma bisa beliin 5 porsi empek-empek kapal selam dan minyak goreng 2 liter, itupun yang promo. Ini yang sering bikin gue mau berhenti kuliah aja. -,-
Sekarang PR gue hampir selesai, walaupun beberapa waktu lalu ada temen sekelompok yang marah-marahin gue karena gue cuma ngeseen di grupchat dan sampe diremove dari grup. Ah, syedih. Temen-temen, maafin Putri yaa, waktu itu Putri gatau mau respon gimana karena gatau maksud dari PR yang dikasih dosen. Tapi Putri mau ambil bagian tugas yang tersisa kok, biar seminar tanggal 28nya berjalan dengan baik.
---
Dari ngga kecancel dari mk itu gue jadi lebih nerima, semua selalu tentang menerima yang udah kita dapatkan. Kalau ngga kecancel ya, ga masalah. Beberapa temen kelas masih ada yang bertahan dan dengan baik hati menyelipkan nama gue untuk jadi sekelompok. Really thankfuuuuuulllllll! So much love, guys! **kiss**
Jadi keinget mk sebelumnya yang ngebahas tentang, 'Id, Ego, dan Superego'-. Kalau gue memilih untuk memenangkan ego, mungkin gue akan left grup dari grupchat kelompok mk tersebut dengan berbagai alasan, karena gue masih semester awal, dosen tersebut memang biasa mengajak anak tingkat atas-jadi setiap ngasih tugas kayak ngajakin perang, dll yang pastinya karena kalah sama ego gue jadi gamau nyoba sekaligus kalah sebelum minta revisi. Kapan-kapan bisalah, gue bikin snapgram "Revisi," kayak temen-temen tingkat atas. Haha.
Biar ego gue kalahin, gue memutuskan membuat superego yang baik-baik. Dengan percaya kalau gue bisa kok, pulang kerja langsung berangkat ke kampus. Toh, dengan begitu gue jadi inisiatif untuk minta mess. Jadi, setelah pulang kuliah tidur di mess dulu. Pagi baru berangkat ke tempat kerja. Walaupun jaraknya cukup jauh, Jkt-Serang. Ya udahlah ya, tinggal lanjutin aja sampai beberapa tahun kedepan. Bagaimanapun hasil dan nantinya akan menjadi apa gue di kemudian hari, pasti itu yang terbaik.
Ngapain iri sama temen-temen yang cuma kerja. Mereka yang selalu gue anggap bisa mainan hp sepanjang waktu, dan main teruuuuus. Itu kan pilihan mereka, bisa jadi mereka pun sering iri melihat orang lain yang dianggap jauh lebih keren dari mereka. Lagian, setiap main, gue selalu bisa menyempatkan waktu buat ngerjain PR kok. Gue keren. Mereka keren dengan cara masing-masing. Mereka punya cara sendiri untuk membahagiakan serta membanggakan kedua orangtuanya. Gue juga harus bisa dong~
---
Semoga seminarnya nanti berjalan dengan baik. Seneng banget ternyata peminatnya lebih dari yang ditargetkan.
---
Ah, hidup ternyata tinggal nerima-nerima aja. Meninggikan diri sendiri di saat-saat paling rendah. Mengakui kalau lo mau bisa, ya harus nyoba belajar.
My life just has began.
Jangan ngeluh hidup itu memang butuh perjuangan, so tetap semamgat menjalani semuanya 😊
BalasHapusIya, terimakasiiiih☺🙋
HapusCi, baca ini kok gue berasa lebih payah yah😔
BalasHapus