Tadda!
Judulnya aja kok yang menggunakan Bahasa Inggris, gaya-gayaan gue mah. Haha. Di postingan kali ini gue akan membahas tentang bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk....... dari sisi bekerja. Umm.. terlena di perusahaan tempat kalian bekerja sampai lupa, nantinya kalian akan tergantikan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk memiliki skill lain.
Apa sih, skill itu?
Kenapa harus punya skill?
Buat apa?
Beberapa waktu yang lalu, sekitar pertengahan Bulan Desember, ada sekitar enam orang yang pensiun di tempat gue bekerja. Dan katanya, tahun ini pun ada sekitar sepuluhan orang yang akan dipensiun.
Dannya lagi, beberapa diantara rekan-rekan kerja gue ada yang belum tau kedepannya akan memutar kehidupnya sehari-hari dengan cara bagaimana. Mereka belum punya gambaran setelah 'lulus' dari tempat kerja akan bekerja seperti apa.
Kabar yang gue dengar, ada yang membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya dengan membuka warung, warung sembako—yang notabenenya, sudah banyak dimana-mana. Pastinya, pengahasilan yang didapatkan pun jauh dari penghasilan saat bekerja. Untuk makan sehari-hari bisa saja tercukupi, tapi untuk keperluan seperti tagihan listrik, air, biaya sekolah anak jadi sedikit sulit.
Nah, dari mereka gue belajar tentang betapa pentingnya memiliki keahlian sesuai passion masing-masing. Meskipun pekerjaan utama sebagai karyawan, harus tetap memiliki side job. Biar tidak menyesal di masa senja nanti. Tsah~
Berkarir dalam sebuah perusahaan dan bekerja full time gapapa kok. Bisa menambahkan modal usaha dengan menyisihkan pendapatan dari gaji kita, nggak usah banyak-banyak. Selama niat konsisten menabung dan menyisihkan sebagian gaji kita selama satu tahun bisa jadi lumayan, kok.
Dan.. Kenapa harus punya skill?
Gue sih melihat dari beberapa temen sekelas aja. Meskipun gue dan teman-teman gue mengambil Jurusan Psilokogi—yang katanya bisa baca pikiran orang—beberapa diantaranya ada yang bekerja sebagai Illustrator, Graphic Desingner, Youtube Creator, Wedding Singer, Teller Bank, Kantor Perpajakan, ada juga yang bekerjadi Wali Kota Jakarta Barat dan bekerja di rumah sakit. Gue menganggap mereka keren. Gila aja, mereka bekerja di tempat yang benar-benar tidak berkaitan dengan Psikologi lho, tapi mereka survive juga di kelas dan pada passionnya.
Si Illustrator, sekarang sedang mengadakan pameran yang akan berlansung sampai tanggal 4 Februari, bulan depan. Keren kan! Beuh. Si Wedding Singer, pernah kolaborasi sama Raisa. Beuh (lagi). Gue dikelilingi oleh teman-teman super keren—pastinya, bikin gue iri. Iri untuk ikutan melakukan hal-hal yang bisa menjual gue dengan lebih keren
Skill itu buat apa? Kan udah punya pokerjaan yang incomenya lebih besar di perusahaan. Nggak perlu repot mikirin kerugian.
Ini nih yang jadi penyakit. Kenapa harus berpikiran sesempit itu? Padahal kalau perusahaan bangkrut, akan segera 'dibuang' juga. Haha. Ya buat diri sendiri dooong. Passive income. Beberapa teman gue di atas si Ytube Creatorjuga bekerja di divisi HRD. Keren!
Lo udah punya side job?
Udah, belum begitu berkembang karena fokus gue masih terbagi-bagi. Tapi, udah!
Jadi, di sini gue tidak ada niatan sama sekali untuk menggurui. Gue hanya mengajak temen-temen—(yang sering ngaku-ngaku sebagai) generasi penerus bangsa. Yang heboh ngoceh-ngoceh kalau dirinya masih dijajah, padahal Indonesia udah merdeka dari tahun 1945. Kalau tidak ingin 'merasa' selalu dijajah ya, harus melakukan sedikit perubahan.
Tidak masalah kalau temen-temen bekerja sebagai 'kuli' di sebuah perusahaan, gue juga cuma 'kuli' di divisi produksi. Setidaknya, gue sudah merencanakan planning kedepannya. Saat 'dibuang' dan tak lagi dibutuhkan oleh bos kalian, kalian tidak benar-benar menjadi pengangguran sambil mencoba mencari pekerjaan yang baru, kalian masih memiliki side project.
Iya, setelah kontrak dengan perusahaan selesai ataupun 'diluluskan' karena tidak lagi dalam usia yang produktif. Ya, benar.. rezeki sudah diatur.. tapi tetap saja, harus diperjuangan agar apa yang sudah dituliskan menjadi rezeki kita, menjadi rezeki kita yang sebenarnya. Mari bangkit, dan mulai mencintai apa yang memang sudah dicintai!
---
Oiya, di postingan ini gue juga mau ngasih pengumuman, siapa yang beruntung mendapatkan totebag lukis dari gue. Untuk yang belum baca, bisa diliat di postingan sebelumnya.
Gue nggak nyangka sih, kalau ada temen-temen yang bersedia gue 'paksa' mengikuti rulesnya dan bantu share link blog gue yang masih receh gini. Awalnya gue pesimis dan berpikir kalau ngga akan ada yang mau ikutan :'D
*Terhura*
Dan.........
Yang beruntung mendapatkan totebag lukis dari gue adalah Mitha Rosdiana (salah satu teman sekelas gue). Sudah gue videoin (+hihglight) jg di stories Instagram gue.
Selamat ya.. Terimakasih sudah mau ikutan padahal hadiahnya ngga seberapa.
Sabtu, 13 Januari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Thank you pucillll. It's not about the gift, it's about how me can supporting you because you deserve it.
BalasHapusMy pleasure. So happy to know you as classmateđź’•
BalasHapus